Semua di dunia ini nggak ada yang sama. Allah menciptakan semuanya berbeda untuk saling melengkapi. Kembar identik saja juga pasti ada bedanya. Apalagi dua orang yang memang dilahirkan dari rahim yang berbeda. Di antara perbedaan itu, Allah pasangkan mereka untuk saling melengkapi. Semua yang berpasang-pasangan tak pernah sama persis 100%. Dan semua yang berpasang-pasangan tak pernah instan begitu saja tiba-tiba menjadi pasangan. Mie instan yang udah instan aja juga perlu melewati proses direbus dulu biar bisa dimakan.
Balik lagi ke pasang-pasangan tadi. Butuh bukti kalau yang berpasang-pasangan tidak pernah sama?
Coba liat kedua tangan dan kaki kita. Mereka berlawanan. Kanan dan kiri. Sandal dan sepatu pun juga berbeda. Namun mereka punya sisi yang bisa saling melengkapi. Sama seperti manusia. Kalau kita sama, tidak mungkin berpasangan. Itulah kenapa Allah ciptakan laki-laki dan perempuan. Mereka berbeda tapi ditakdirkan menjadi pasangan. Karena Allah tahu mereka punya sisi yang bisa saling melengkapi. Seperti magnet, kutub utara hanya akan saling tarik menarik dengan kutub selatan. Ketika sesama kutub utara atau sesama kutub selatan dipertemukan, mereka akan saling tolak menolak.
Kita nggak tahu bagaimana semua benda mati itu bisa berpasang-pasangan padahal mereka berbeda. Tapi manusia, kita diberi kelebihan untuk berkomunikasi. Sehingga walaupun berbeda, kita dapat mengkomunikasikan perbedaan kita. Karena laki-laki dan perempuan berbeda, pasti dalam berinteraksi akan sering timbul konflik atau masalah. Bagaimana menyelesaikannya? Komunikasi.
Ya. Komunikasi yang baik akan meminimalisir masalah. Sekecil apapun masalah, seharusnya dikomunikasikan dengan baik. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak yang berujung pertengkaran. Diam bukan cara yang bijak untuk menyelesaikan masalah. Diam hanya meredam situasi yang tercipta karena timbulnya masalah. Namun, masalah itu sendiri tak pernah akan selesai kalau yang empunya masalah hanya diam.
Bagaimana mungkin sepasang laki-laki dan perempuan akan menemukan kecocokan kalau setiap timbul masalah keduanya hanya diam. Allah uji dengan masalah karena Dia mau umat Nya berkomunikasi dengan cara lain. Sebelum Allah jodohkan keduanya, Allah mau liat cara keduanya menyelesaikan masalah bersama. Masalah sesungguhnya mendewasakan kita. Di masa depan, ketika Allah jodohkan keduanya, akan timbul lebih banyak masalah lagi dan tentunya akan lebih besar. Kalau kata peribahasa, makin tinggi pohon makin kencang pula angin yang meniupnya. Ya kalau baru dikasih masalah sepele saja menyerah, bagaimana Allah mau percayakan keduanya untuk berjodoh?
Hmmm... Tulisannya makin ngelantur ini. Dari komunikasi, masalah, kenapa jadi ngomongin jodoh sih -_-
Yasudah buat yang sedang bermasalah di luar sana, segera temui pasanganmu, komunikasikan masalah kalian, bicarakan dengan baik-baik, lalu cari jalan keluar bersama. Jangan biarkan masalahmu berlarut-larut. Siapa tau hanya salah paham saja. Siapa tau persepsi kalian masing-masing yang salah karena sama-sama terlalu egois. Samakan persepsi! Semoga kalian berjodoh!
Balik lagi ke pasang-pasangan tadi. Butuh bukti kalau yang berpasang-pasangan tidak pernah sama?
Coba liat kedua tangan dan kaki kita. Mereka berlawanan. Kanan dan kiri. Sandal dan sepatu pun juga berbeda. Namun mereka punya sisi yang bisa saling melengkapi. Sama seperti manusia. Kalau kita sama, tidak mungkin berpasangan. Itulah kenapa Allah ciptakan laki-laki dan perempuan. Mereka berbeda tapi ditakdirkan menjadi pasangan. Karena Allah tahu mereka punya sisi yang bisa saling melengkapi. Seperti magnet, kutub utara hanya akan saling tarik menarik dengan kutub selatan. Ketika sesama kutub utara atau sesama kutub selatan dipertemukan, mereka akan saling tolak menolak.
Kita nggak tahu bagaimana semua benda mati itu bisa berpasang-pasangan padahal mereka berbeda. Tapi manusia, kita diberi kelebihan untuk berkomunikasi. Sehingga walaupun berbeda, kita dapat mengkomunikasikan perbedaan kita. Karena laki-laki dan perempuan berbeda, pasti dalam berinteraksi akan sering timbul konflik atau masalah. Bagaimana menyelesaikannya? Komunikasi.
Ya. Komunikasi yang baik akan meminimalisir masalah. Sekecil apapun masalah, seharusnya dikomunikasikan dengan baik. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak yang berujung pertengkaran. Diam bukan cara yang bijak untuk menyelesaikan masalah. Diam hanya meredam situasi yang tercipta karena timbulnya masalah. Namun, masalah itu sendiri tak pernah akan selesai kalau yang empunya masalah hanya diam.
Bagaimana mungkin sepasang laki-laki dan perempuan akan menemukan kecocokan kalau setiap timbul masalah keduanya hanya diam. Allah uji dengan masalah karena Dia mau umat Nya berkomunikasi dengan cara lain. Sebelum Allah jodohkan keduanya, Allah mau liat cara keduanya menyelesaikan masalah bersama. Masalah sesungguhnya mendewasakan kita. Di masa depan, ketika Allah jodohkan keduanya, akan timbul lebih banyak masalah lagi dan tentunya akan lebih besar. Kalau kata peribahasa, makin tinggi pohon makin kencang pula angin yang meniupnya. Ya kalau baru dikasih masalah sepele saja menyerah, bagaimana Allah mau percayakan keduanya untuk berjodoh?
Hmmm... Tulisannya makin ngelantur ini. Dari komunikasi, masalah, kenapa jadi ngomongin jodoh sih -_-
Yasudah buat yang sedang bermasalah di luar sana, segera temui pasanganmu, komunikasikan masalah kalian, bicarakan dengan baik-baik, lalu cari jalan keluar bersama. Jangan biarkan masalahmu berlarut-larut. Siapa tau hanya salah paham saja. Siapa tau persepsi kalian masing-masing yang salah karena sama-sama terlalu egois. Samakan persepsi! Semoga kalian berjodoh!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar