"Udah punya pacar belum?"
atau
"Mana pacarnya?"
atau bahkan
"Udah berapa pacarnya?"
atau
"Mana pacarnya?"
atau bahkan
"Udah berapa pacarnya?"
Pertanyaan-pertanyaan itu pasti makin merajalela ditembakkan pada mahasiswa-mahasiswa menjelang tingkat akhir seperti aku. Kalau kamu jadi aku, apa yang kamu lakukan? Atau minimal apa yang kamu rasakan? Tertohok? Iya pasti. Apalagi kalau saat ditanya memang sedang jomblo, atau single, atau belum ketemu jodoh, atau apapun itu sebutannya untuk kondisi serupa. Ya kalau memang udah punya seseorang untuk bisa diceritakan, ya tinggal cerita aja.
Entahlah nggak paham lagi sama para penanya itu. Dari sekian juta pertanyaan lain yang mungkin bisa dilontarkan, kenapa harus pertanyaan itu yang keluar? --"
Buatku yang saat ini memang belum memiliki siapapun untuk bisa diceritakan, ya
sebenernya kalem aja. 20 tahun itu umur yang menurutku masih terlalu muda untuk repot memikirkan belum memiliki pasangan. Masih banyak hal lebih penting lainnya yang harus dipikirkan, masih banyak mimpi yang harus diwujudkan, dan masih banyak PR lain yang harus dikerjakan.
sebenernya kalem aja. 20 tahun itu umur yang menurutku masih terlalu muda untuk repot memikirkan belum memiliki pasangan. Masih banyak hal lebih penting lainnya yang harus dipikirkan, masih banyak mimpi yang harus diwujudkan, dan masih banyak PR lain yang harus dikerjakan.
Aku tipe orang yang nggak mau repot. Kalau belum butuh ya nggak akan terlalu dipikir. Kalau ditanya pengen atau nggak, ya sempet kepengen sih. Tapi sekali lagi, buat apa punya pacar? Biar ada yang merhatiin? Aku masih punya kedua orang tua yang sangat perhatian kok. Atau biar ada semangat belajar? Lha kalau mau ujian lagi berantem apa masih bisa semangat belajarnya? Atau biar ada yang nganter jemput kalau kemana-mana? Yaelah bro... itu pacar atau tukang ojek, kesian amat. Atau biar keliatan laku? Duh kayaknya kita, terutama para wanita, terlalu berharga untuk disamakan dengan dagangan deh. Atau biar ada nama yang bisa ditulis di bio twitter? Pffft.... apa banget -_-
Buatku pacaran itu ya nggak ada bedanya sama jomblo sih sebenernya. Tidur ya masih sendiri, hidup masih dibiayain orang tua, tempat tinggal juga masih numpang orang tua. Prinsip aku sih ya untuk pacaran agak kurang setuju. Ya lain ceritanya kalau ada pangeran yang dengan gagah berani menemui orang tua ku memintaku secara resmi untuk jadi wanita kedua dalam hidupnya setelah ibunya. Tsahhh.. Ibaratnya nih dia harus punya password buat ngebuka mata dan hati aku. Nah passwordnya itu ada di kedua orang tua ku. Ketika dia berhasil mendapatkan password itu, barulah dia bisa membuka mata dan hati aku. Mihihihi.... Jadi selama pangeran yang dipilihkan Allah itu belum datang, insyaAllah aku akan sabar menunggu. Karena aku tahu jalannya akan tidak mulus, Allah pasti kasih belokan-belokan ujian hingga dia pantas menghadap kedua orang tuaku, salah satu penghargaanku adalah dengan tidak pacaran.
Ya maaf kalau opini ku di atas menyinggung berbagai pihak. Bukan maksud menyinggung. Itu murni isi otak dan hatiku lho. Kalau kamu punya pandangan sendiri, ya monggo... :)
Sebisa mungkin sih aku menjaga apa yang memang seharusnya aku jaga untuk dipersembahkan pada pangeranku nanti. Terserah mau bilang aku terlalu naif atau apapun itu. Kalau ditanya pernah pacaran atau nggak, ya pernah. Itu pas lagi jaman jahiliyah. Itu pun pacaran kayaknya cuma status aja. Aku nggak pernah mau kalau diajak jalan berdua, nggak pernah mau kalau ngobrol cuma berdua, bahkan cuma foto aku juga nggak mau.
Tapi ada kok yang pada akhirnya untuk pertama kali dalam 20tahun kehidupanku, akhirnya aku mau diajak jalan berdua. Well, tentu bukan tanpa pertimbangan kenapa akhirnya sebagian dinding pertahananku akhirnya runtuh juga saat itu. Entahlah apa yang dia perbuat. Yang aku tau, aku selalu merasa aman dan nyaman ada sama dia. Dekat ataupun jauh. Sayang dia sering mikir terlalu jauh, terlalu rumit, yang kadang aku rasa nggak harus dipikirin. Yang nggak jarang akhirnya perbedaan pola pikir itu menimbulkan konflik. Tapi aku tahu Allah bukan tanpa alasan membuat skenario hidupku sedemikian rupa hingga ketemu lelaki ini. Konflik yang ada menurutku sih cara Allah buat menguji sesuatu yang aku dan dia nggak tahu apa itu. Cuma Allah yang tahu bagaimana kisah kami akan berakhir. Dan cuma Allah yang bisa jawab pertanyaan mu tentang apa kamu baik buat aku atau nggak. Yang aku tahu, Allah punya skenario-Nya sendiri buat kita. Maaf aku nggak bisa jawab apa-apa saat itu. Stay healthy overthere, dude (with or without me).
Ya maaf kalau opini ku di atas menyinggung berbagai pihak. Bukan maksud menyinggung. Itu murni isi otak dan hatiku lho. Kalau kamu punya pandangan sendiri, ya monggo... :)
Sebisa mungkin sih aku menjaga apa yang memang seharusnya aku jaga untuk dipersembahkan pada pangeranku nanti. Terserah mau bilang aku terlalu naif atau apapun itu. Kalau ditanya pernah pacaran atau nggak, ya pernah. Itu pas lagi jaman jahiliyah. Itu pun pacaran kayaknya cuma status aja. Aku nggak pernah mau kalau diajak jalan berdua, nggak pernah mau kalau ngobrol cuma berdua, bahkan cuma foto aku juga nggak mau.
Tapi ada kok yang pada akhirnya untuk pertama kali dalam 20tahun kehidupanku, akhirnya aku mau diajak jalan berdua. Well, tentu bukan tanpa pertimbangan kenapa akhirnya sebagian dinding pertahananku akhirnya runtuh juga saat itu. Entahlah apa yang dia perbuat. Yang aku tau, aku selalu merasa aman dan nyaman ada sama dia. Dekat ataupun jauh. Sayang dia sering mikir terlalu jauh, terlalu rumit, yang kadang aku rasa nggak harus dipikirin. Yang nggak jarang akhirnya perbedaan pola pikir itu menimbulkan konflik. Tapi aku tahu Allah bukan tanpa alasan membuat skenario hidupku sedemikian rupa hingga ketemu lelaki ini. Konflik yang ada menurutku sih cara Allah buat menguji sesuatu yang aku dan dia nggak tahu apa itu. Cuma Allah yang tahu bagaimana kisah kami akan berakhir. Dan cuma Allah yang bisa jawab pertanyaan mu tentang apa kamu baik buat aku atau nggak. Yang aku tahu, Allah punya skenario-Nya sendiri buat kita. Maaf aku nggak bisa jawab apa-apa saat itu. Stay healthy overthere, dude (with or without me).
Untuk calon pangeran ku di masa depan,
pangeran yang dipilihkan Allah untukku,
cepat datang yaa... :)
pangeran yang dipilihkan Allah untukku,
cepat datang yaa... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar