Kamu. Lelaki yang beberapa minggu ini membuatku semangat kuliah. Lelaki yang senyumnya selalu terkembang. Lelaki dengan tawa renyah yang ingin selalu ku dengar. Lelaki yang wajahnya selalu ingin kujumpai. Malam ini, gerimis membawa aromamu memelukku. Sebenarnya, bukan aroma mu yang kuharapkan. Tetapi aku tak ada hak untuk berharap lebih.
Lelaki berbaju hitam. Begitulah aku mengingatmu. Baju itu bukan baju yang kau kenakan saat pertama kali bertemu. Hanya saja aku lebih suka baju itu dari sekian banyak baju yang pernah kau pakai. Warnanya sangat cocok dengan kulit terangmu. Alismu yang tebal dan hitam, mata cekung yang tajam, semua menyatu indah dengan kemeja hitam lengan panjang yang kau gulung sampai siku.
Sayang, kita tak sempat bertegur sapa. Hanya sesekali saja mata kita beradu. Dan saling menukar senyum. Entah apa yang kau rasakan di ujung sana. Yang jelas, aku sedang menahan diri untuk tak terhipnotis. Asal kau tau, senyummu membuatku lupa bernapas. Mungkin memang aku yang lebay. Tapi aku tak peduli. Aku sedang jatuh cinta.
Terima kasih telah menjadi alasanku jatuh cinta. Maaf aku tak meminta izinmu. Aku juga tak tahu mengapa kamu orangnya. Sudah setahun lebih kita berada dalam satu naungan almamater yang sama. Hanya saja baru saat ini aku mulai memperhatikanmu. Kata orang, otak hanya menyimpan hal-hal penting saja. Sepertinya kali ini kamu termasuk salah satunya.
Di luar gerimis masih mengiringiku melukis wajahmu dalam kanvas hatiku. Mungkin kamu sudah terlelap saat ini. Kalau boleh berharap, ada aku dalam serentetan mimpi indahmu. Selamat tidur, ganteng. Besok kita ada kuliah lhoo.. :')
- Mell -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar