Jumat, 10 Februari 2012

Masih Pantaskah Mimpiku Dihina ?

Siang ini terik sekali. Panasnya sampai terasa di sekujur tubuhku. Aku mematung di depan sebuah bangunan. Bangunan megah berwarna putih. Gedung putih ku menyebutnya. Senyumku masih tertahan di ujung bibir. Aku senang berdiri di sini. Masih seperti mimpi rasanya berdiri di tempatku sekarang.

10tahun lalu aku mulai merajut mimpi. Aku sering bermimpi akan berdiri di sebuah gedung megah berwarna putih. Memang baru 9tahun usiaku saat itu. Tapi justru di umur itulah mimpiku di mulai.

Akulah sang rakyat jelata. Akulah yang kalian sebut gila di usiaku yang ke-9. Akulah yang kalian hina selama 10tahun lamanya. Sekarang, setelah 10tahun, lihatlah aku. Seorang anak yang hidup hanya karena mimpi nya yang selalu dihina. Kini mampu membuktikan mimpinya bukan sekedar mimpi. Mimpinya tumbuh menjadi motivasi. Dan motivasi itulah yang membuatnya terus berlari. Mimpinya kini telah menjadi nyata. Masih pantaskah mimpiku dihina?

Tidak ada komentar: