Seorang gadis delapan belas tahun. Berjalan sendiri di sebuah gang. Sambil menatap langit yg kian temaram. Dalam benaknya,hanya ada aku dan bayangan. Tak ada seorang teman.
Sudah lama ia menjalang. Ya. Delapan belas tahun. Bukan wkt yg singkat bukan? Sudah lelah ia dengan gerombolannya. Hidup seperti seekor kalong. Mencari makan dalam gelap malam. Bergerumul dengan,mungkin sudah ratusan lelaki. Mau yang liar,setengah liar,ataupun lelaki lugu yang ternyata lebih liar dari yang terliar. Sudah kenyang ia mencecap berbagai rasa.
Ya. Itu yang aku mau. Itu yang buat aku senang. Dan itu yang buat aku hidup.
Gadis remaja itu kini telah dewasa. Jilbab lebarnya tampak anggun menjuntai menutupi dada. Suara nakal menggodanya tak pernah terdengar. Yang ada sekarang tutur kata lembut penuh kesopanan.
Ya Allah. Tuhanku yang ku kenal di gang sempit itu. Tuhanku yang ku kenal dari bayangan hitam kelam. Tuhanku yang ku kenal sejak malam temaram itu. Aku kini datang. Hadir untuk memeluk ridho Mu. Bersujud untuk segala dosaku. Bersimpuh demi sebuah ampunan.
Malam dingin berubah jd sejuk dalam tahajjudnya. Kini ia tau apa yang benar-benar ia inginkan sebenarnya. Bukan malam dengan ratusan lelaki yang seenaknya menjamahi setiap jengkal tubuhnya. Bukan malam dengan desahan-desahan penuh nafsu dan birahi. Tapi malam sunyi penuh kekhusyukan. Malam paling indah bersama Yang Tak Dapat Diungkapkan ke-Maha-annya yg ia sebut Tuhan. Raja diraja semesta. Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar