Selasa, 24 Juli 2012

Teruntuk yang Kurindu


Apakah itu cinta?
Apakah itu rindu?
Akankah aku kamu menjadi kita?
Ataukah hanya akan begini selalu?
Aku terhenyak dalam pertanyaanku
Aku tersadar dalam ruang dimensi pikirku
Aku tersesat dalam lingkup yang tak mampu kejelasakan
Aku terdampar dalam pantai mimpi tak bertuan
Sesaat ku melihat cahaya
Tapi menghilang
Sesaat ku melihat sosok mu
Tapi lenyap
Mungkin ini bukan cinta
Mungkin hanya aku yang merindu
Mungkin aku akan jadi aku
Mungkin kamu akan tetap kamu
Dan kita tak pernah ada
Selamanya

Senin, 16 Juli 2012

Permohonan Bodoh Si Dungu


Tuhan, Kau ingin aku bahagia bukan?
Takdirkanlah ia untukku
Agar aku bisa bahagia
Dengannya yang selalu kurindu
Tuhan, Kau ingin aku bahagia bukan?
Sampaikan cintaku pada lelaki itu
Lelaki yang tak pernah tahu
Kalau kehadirannya selalu kurindu
Tuhan, Kau ingin aku bahagia bukan?
Bukalah hatinya hanya untuk diriku
Wanita yang akan bahagiakan dia
Sepanjang sisa usiaku
Tuhan, Kau ingin aku bahagia bukan?
Izinkan aku menyampaikan sebuah pesan
Untuknya yang namanya selalu ada dalam doaku
Yang senyumnya selalu membuat jantungku berdetak tak beraturan

Tiga Puluh Menit dalam Sajak Rindu


Aku ingin merindukanmu
Walau hanya melalui bayanganmu
Aku ingin merindukanmu
Walau bermil – mil jauhnya darimu
Aku ingin merindukanmu
Walau dalam mimpiku

Sekejam itukah cinta?
Tak bisa merindu walau aku mau
Tak bisa menyentuh walau kutahu jauh
Tak bisa berkata walau kita bisa

Sekali lagi aku merindukanmu
Ketika kata demi kata mulai tercipta untukmu
Sekali lagi aku merindukanmu
Ketika tak mampu lagi aku merengkuhmu
Sekali lagi aku merindukanmu
Ketika malam ini dirimu hidup dalam sajak-sajak ku

Jam Pertama sebelum Kapal Berlayar


Bagai kapal tak bernahkoda
Ini rasanya tak punya cinta
Tidak, aku punya
Hanya tak tahu untuk siapa

Bagai kapal tak bernahkoda
Itulah hidup tanpa cinta
Tidak, aku punya
Hanya tak tahu dari mana

Bagai kapal tak bernahkoda
Itulah hidup jika sebatang kara
Tidak, aku berdua
Dengan bayanganku yang selalu setia