Hai bapak yang berdasi
Lihatlah rakyatmu yang hanya makan nasi basi
Tidak sungkankah Anda yang makan roti isi tiap hari
Hai bapak yang berperut gendut
Lihatlah rakyatmu yang tak bisa mengisi perut
Tidak malukah Anda yang setiap detik menggendutkan perut
Hai bapak yang duduk di kursi tinggi
Lihatlah rakyatmu yang hanya mampu berjalan kaki
Tidak risihkah Anda yang naik mersi
Hai bapak penguasa
Ini hanya sapaan dari rakyatmu yang papa
Untuk Anda penguasa bermuka dua
Selasa, 22 Februari 2011
Senin, 14 Februari 2011
Valentine's Day? Nggak Usah Lebay
Valentine. Pasti satu kata ini yang terbersit kalau sudah memasuki bulan Februari. Apalagi kalau sudah mendekati hari ke-14 bulan ini. Semua tempat mulai dari restaurant,mall,sampai hotel mulai menset bersuasana pink. Katanya sih ya warna pink itu simbol kasih sayang. So what??
Sebenernya saya masih bingung kenapa sih Valentine's Day itu diistimewakan. Apa coba bedanya sama hari - hari biasa? Tanggalnya juga tetap item meski ini sudah tradisi masyarakat di seluruh dunia.
Valentine identik dengan bertukar hadiah dengan pasangan. So, kalau mbak atau mar jomblo gimana? Apa ya harus ngaplo? Itu sih diskriminasi status. Oke. Itu masih bisa diatasi dengan bertukar hadiah dengan sahabat. Hla kalau sahabatnya punya pacar? Wah. Kasihan amat si mas mbak jomblo itu.
Jujur. Saya juga masih jomblo lhoh. Hehe.. Bukan mau promosi nih. Nulis ini juga nggak niat curcol. Hanya menyimpulkan dari apa yang saya lihat dan saya dengar. Kalau saya pribadi sih nggak pernah merayakan secara khusus. Toh menurut saya menampakkan kasih sayang atau cinta tidak harus saat tgl 14 Februari saja. Kata orang - orang, "If you love someone, just show it. Anywhere anytime." Lagian, konon perayaan Valentine merupakan tradisi orang-orang Yahudi (tidak bermaksud menyinggung SARA). So, sebagai seorang muslimah saya hanya mengikuti apa yang saya percaya.
Pesen saya buat temen-temen nggak usah lebay sama hari Valentine. Apa lagi sampai mengkeramatkan. Aduh.. Jangan deh ya..
Sebenernya saya masih bingung kenapa sih Valentine's Day itu diistimewakan. Apa coba bedanya sama hari - hari biasa? Tanggalnya juga tetap item meski ini sudah tradisi masyarakat di seluruh dunia.
Valentine identik dengan bertukar hadiah dengan pasangan. So, kalau mbak atau mar jomblo gimana? Apa ya harus ngaplo? Itu sih diskriminasi status. Oke. Itu masih bisa diatasi dengan bertukar hadiah dengan sahabat. Hla kalau sahabatnya punya pacar? Wah. Kasihan amat si mas mbak jomblo itu.
Jujur. Saya juga masih jomblo lhoh. Hehe.. Bukan mau promosi nih. Nulis ini juga nggak niat curcol. Hanya menyimpulkan dari apa yang saya lihat dan saya dengar. Kalau saya pribadi sih nggak pernah merayakan secara khusus. Toh menurut saya menampakkan kasih sayang atau cinta tidak harus saat tgl 14 Februari saja. Kata orang - orang, "If you love someone, just show it. Anywhere anytime." Lagian, konon perayaan Valentine merupakan tradisi orang-orang Yahudi (tidak bermaksud menyinggung SARA). So, sebagai seorang muslimah saya hanya mengikuti apa yang saya percaya.
Pesen saya buat temen-temen nggak usah lebay sama hari Valentine. Apa lagi sampai mengkeramatkan. Aduh.. Jangan deh ya..
Cerita Sang Rindu
Rinduku tak berkurang
Apalagi hilang
Rinduku tak berubah
Apalagi punah
Rinduku masih di sini
Menggantung di langit-langit hati
Tersimpan rapi dalam lemari kalbu
Tak terusik walau hanya debu
Rinduku akan tetap ada
Teruntuk Anda di sudut sana
Yang tak pernah tahu akan rinduku
Yang tak pernah sadar akan rinduku
Apalagi hilang
Rinduku tak berubah
Apalagi punah
Rinduku masih di sini
Menggantung di langit-langit hati
Tersimpan rapi dalam lemari kalbu
Tak terusik walau hanya debu
Rinduku akan tetap ada
Teruntuk Anda di sudut sana
Yang tak pernah tahu akan rinduku
Yang tak pernah sadar akan rinduku
Jumat, 11 Februari 2011
No Idea
Ratusan kata melintas
Ribuan huruf menghambur
Tak satupun dapat kurangkai
Tak satupun dapat bermakna
Dahi ku mengkerut
Mata ku mulai lelah
Otak ku sepertinya jenuh
Keringatpun bersorak melalui pori
Hanya ada kertas kosong
Hanya ada tinta yang mengering tak berguna
Tak satupun baris terpenuhi
Apalagi satu halaman
Dan setan berbisik
Mungkin lain waktu
Malaikat tak mau kalah
Ya lain waktu kertas kosong ini akan jadi sebuah buku penuh makna
Ribuan huruf menghambur
Tak satupun dapat kurangkai
Tak satupun dapat bermakna
Dahi ku mengkerut
Mata ku mulai lelah
Otak ku sepertinya jenuh
Keringatpun bersorak melalui pori
Hanya ada kertas kosong
Hanya ada tinta yang mengering tak berguna
Tak satupun baris terpenuhi
Apalagi satu halaman
Dan setan berbisik
Mungkin lain waktu
Malaikat tak mau kalah
Ya lain waktu kertas kosong ini akan jadi sebuah buku penuh makna
Kamis, 03 Februari 2011
12 Menit dalam Malam
Tulisanku hanya coretan
Abstrak dan tak berarti
Tapi coretan tak hanya tulisanku
Tulisanku hanya goresan
Ambigu dan tak bermakna
Tapi goresan tak hanya tulisanku
Tulisanku hanya celotehan
Tak jelas maksud dan tujuan
Tapi celotehan tak hanya tulisanku
Tulisanku hanya barisan kata yang melayang dalam otakku
Yang akupun tak paham apa yang aku tulis
Jangan salahkan aku kalau kau tak paham
Cukup tau saja akupun tak paham
Abstrak dan tak berarti
Tapi coretan tak hanya tulisanku
Tulisanku hanya goresan
Ambigu dan tak bermakna
Tapi goresan tak hanya tulisanku
Tulisanku hanya celotehan
Tak jelas maksud dan tujuan
Tapi celotehan tak hanya tulisanku
Tulisanku hanya barisan kata yang melayang dalam otakku
Yang akupun tak paham apa yang aku tulis
Jangan salahkan aku kalau kau tak paham
Cukup tau saja akupun tak paham
Malam 23.14
Dalam dekapnya aku menangis
Bukan air mata
Pun cairan asin dari dua buah benda putih berinti hitam diwajahku
Hanya butiran mutiara yang meleleh dari pelupuk mata
Bukan air mata
Pun cairan asin dari dua buah benda putih berinti hitam diwajahku
Hanya butiran mutiara yang meleleh dari pelupuk mata
Dia Bukan Dia Hanya
Dia bukan pangeran apa lagi raja
Dia biasa saja
Tidak miskin dan tidak kaya
Dia bukan artis atau bangsawan
Dia orang biasa
Tidak jelek juga ganteng
Dia hanya bersahaja
Dia hanya berwawasan
Dia hanya beragama
Sekali lagi dia orang biasa
Dan aku kagum
Dia biasa saja
Tidak miskin dan tidak kaya
Dia bukan artis atau bangsawan
Dia orang biasa
Tidak jelek juga ganteng
Dia hanya bersahaja
Dia hanya berwawasan
Dia hanya beragama
Sekali lagi dia orang biasa
Dan aku kagum
Selasa, 01 Februari 2011
Waktu
Satu menit
Tubuhnya masih segar
Wajahnya masih merona
Aromanya masih harum
Satu jam
Tubuhnya mulai layu
Wajahnya mulai lesu
Aromanya mulai bau
Satu hari
Tubunya membiru
Wajahnya kuyu
Aromanya sangat bau
Satu tahun
Tubuhnya kaku
Wajahnya pasi
Memang tak bau karena hanya ada belulang
Tubuhnya masih segar
Wajahnya masih merona
Aromanya masih harum
Satu jam
Tubuhnya mulai layu
Wajahnya mulai lesu
Aromanya mulai bau
Satu hari
Tubunya membiru
Wajahnya kuyu
Aromanya sangat bau
Satu tahun
Tubuhnya kaku
Wajahnya pasi
Memang tak bau karena hanya ada belulang
Langganan:
Komentar (Atom)